Terupdate

Fluktuasi Harga Batu Bara: Dampak Keputusan India dan Perundingan KTT COP28

Pada Senin (11/12/2023), harga batu bara menunjukkan variasi signifikan, dipengaruhi oleh beragam sentimen dari berbagai belahan dunia, termasuk India, Eropa, hingga hasil KTT COP28. Harga batu bara Newcastle untuk kontrak berjangka Desember 2023 mengalami kenaikan sebesar US$1,5 menjadi US$152,5 per ton, sementara kontrak berjangka Januari 2024 turun sebesar US$0,55 menjadi US$153,1 per ton. Di sisi lain, kontrak berjangka Februari 2024 melemah US$0,35 menjadi US$148,85 per ton.

Harga batu bara Rotterdam juga mengalami fluktuasi, dengan kontrak berjangka Desember 2023 terpangkas sebesar US$0,9 menjadi US$121,95, dan kontrak berjangka Januari 2024 mengalami koreksi sebesar US$2,05 menjadi US$116,15. Kontrak berjangka Februari 2024 bahkan jatuh sebesar US$2,2 menjadi US$111,55.

Kabar terbaru dari Kementerian Tenaga Listrik India menyebutkan akan dilakukan peninjauan kebijakan pencampuran batu bara impor sebesar 6%. Ini dilakukan menyusul meningkatnya permintaan listrik dan kekurangan batu bara dalam negeri. Peninjauan ini, yang kemungkinan besar akan dilakukan pada bulan Januari, akan memutuskan apakah persyaratan pencampuran akan diteruskan setelah Maret atau malah ditingkatkan sebagai respons terhadap fluktuasi stok batu bara.

Di samping itu, laporan tentang penurunan stok batu bara termal di 21 pelabuhan India sebesar 3% pada 4 Desember 2023, menambah kompleksitas dinamika pasar. Stok batu bara mencapai 14,83 juta ton pada minggu ke-49 tahun 2023, menurut data dari CoalMint yang dapat membuat perubagan harga batu bara.

Pentingnya peran batu bara dalam energi global juga menjadi sorotan pada KTT COP28. Meskipun rancangan perjanjian iklim menyarankan tindakan untuk mengurangi emisi gas rumah kaca, namun pengabaian terhadap ‘penghentian bertahap’ bahan bakar fosil menimbulkan kontroversi. Amerika Serikat, Uni Eropa, dan negara-negara rentan terhadap perubahan iklim memberikan kritik terhadap hal ini.

Sementara harga batu bara Eropa diprediksi mengalami penurunan lebih lanjut dalam minggu ini akibat melimpahnya pasokan dan permintaan yang lemah, namun kenaikan permintaan dari Asia diharapkan dapat membatasi penurunan tersebut. Dinamika kompleks ini menandai perjalanan yang menarik bagi pasar batu bara di tingkat global.

Demikian informasi seputar perkembangan dan pergerakan harga batu bara yang terbaru. Untuk berita ekonomi, bisnis dan investasi terkini lainnya hanya di Mehranschool.org.