Terupdate

Komitmen Indonesia: Reduksi Emisi Gas Rumah Kaca dan Menuju Net Zero Emission

Menteri ESDM (Energi dan Sumber Daya Mineral), Arifin Tasrif kembali mengukuhkan tekad Indonesia dalam mengurangi emisi Gas Rumah Kaca (GRK). Dalam sebuah pernyataan resmi yang diterbitkan pada Selasa kemarin, Arifin menyatakan bahwa Indonesia telah menetapkan komitmen untuk mengurangi emisi GRK dan mencapai Net Zero Emission (NZE) pada tahun 2060 atau pada awal tahun 2070-an, mengikuti kemampuan dan kondisi nasional.

“Indonesia telah menerbitkan Enhanced National Determined Contribution (ENDC) yang akan semakin mengurangi emisi pada sektor energi,” ungkap Arifin.

Langkah-langkah yang telah diambil oleh Kementerian ESDM termasuk pembangunan Peta Jalan NZE untuk sektor energi, yang bertujuan mencapai target pengurangan emisi Gas Rumah Kaca dan menerapkan transisi ke energi bersih.

“Peta Jalan ini meliputi pengembangan energi terbarukan, program reduksi karbon, pensiun dini Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU), elektrifikasi, efisiensi energi, serta Carbon Capture Storage (CCS) dan Carbon Capture Utilization and Storage (CCUS),” jelasnya.

Namun, Arifin juga mengakui bahwa perjalanan mencapai target NZE serta implementasi Peta Jalan tidaklah mudah. Indonesia memiliki beragam sumber energi, mulai dari yang berbasis hidrokarbon hingga energi terbarukan yang bersih.

“Indonesia memiliki sumber energi berbasis hidrokarbon seperti minyak bumi, gas bumi, dan batubara, serta energi terbarukan seperti energi hidro, panas bumi, surya, angin, dan bioenergi. Namun, tantangan terbesar adalah bagaimana kita memanfaatkannya,” tambahnya.

Arifin menjelaskan bahwa sejumlah program emisi Gas Rumah Kaca telah dijalankan, termasuk pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan, infrastruktur gas bumi, eksplorasi gas alam, dan program penurunan penggunaan PLTU. Tetapi, ia menegaskan bahwa dukungan finansial lebih lanjut diperlukan untuk mempercepat pencapaian NZE.

“Dukungan finansial lebih lanjut dibutuhkan untuk mempercepat pencapaian NZE. Selain itu, pengembangan teknologi pada skala industri perlu dipercepat untuk memaksimalkan pemanfaatan energi terbarukan,” tandasnya.

Indonesia juga sedang memperluas industri pengolahan mineral untuk mendukung transisi energi dan menciptakan lapangan kerja baru. Melalui inisiatif seperti JETP, AZEC, dan IPEP, upaya pembiayaan sedang dilakukan.

Demikian informasi seputar upaya dan pertumbuhan emisi Gas Rumah Kaca di Indonesia. Untuk berita ekonomi, bisnis dan investasi terkini lainnya hanya di Mehranschool.Org.