Ketegangan geopolitik di Iran kini menjadi sorotan, dengan potensi dampaknya terhadap harga energi Indonesia yang cukup besar. Menurut Wijayanto Samirin, seorang ekonom Universitas Paramadina, Iran memainkan peran krusial dalam pasar energi global, terutama sebagai salah satu negara dengan cadangan minyak terbesar dan produsen utama Liquefied Natural Gas (LNG).
Ketegangan yang terjadi di kawasan Timur Tengah, terutama di Selat Hormuz, dapat menyebabkan ketidakstabilan harga energi yang akan berdampak langsung pada Indonesia.
Indonesia, yang merupakan importir besar LNG dan minyak, harus menghadapi risiko instabilitas harga BBM dan LNG jika terjadi eskalasi konflik di Iran. Hal ini disebabkan oleh ketergantungan Indonesia pada pasokan energi dari negara tersebut.
Harga Energi Indonesia Terkendala Ketegangan di Timur Tengah, Iran Jadi Sorotan
Wijayanto juga menekankan pentingnya langkah mitigasi yang harus diambil oleh pemerintah Indonesia, seperti mencari sumber energi alternatif dan menyiapkan subsidi besar yang dapat mengurangi dampak lonjakan harga energi yang mungkin terjadi.
Selain Iran, situasi geopolitik lainnya, seperti agresi militer Amerika Serikat terhadap Venezuela, dianggap tidak akan memberi dampak signifikan terhadap harga minyak Indonesia.
Meskipun Venezuela memiliki cadangan minyak besar, produksi dan ekspornya yang relatif kecil tidak terlalu memengaruhi kebutuhan energi Indonesia. Minyak Venezuela, yang tergolong minyak berat, juga tidak sesuai dengan jenis minyak yang biasanya diimpor Indonesia.
Pemerintah Indonesia perlu bersiap dengan langkah-langkah antisipasi yang matang untuk menjaga stabilitas harga energi domestik, termasuk memastikan sumber energi alternatif yang dapat diandalkan dan menjaga ketahanan fiskal yang memadai.
Harga energi Indonesia dipengaruhi oleh ketegangan geopolitik, terutama yang melibatkan Iran sebagai salah satu produsen utama LNG dan minyak dunia. Indonesia perlu menyiapkan langkah mitigasi untuk mengurangi dampak instabilitas harga, termasuk diversifikasi sumber energi dan memperkuat ketahanan fiskal.
Selain itu, meskipun Venezuela memiliki cadangan minyak besar, potensi dampaknya terhadap harga energi Indonesia dianggap kecil. Pemerintah harus memastikan ketersediaan energi alternatif dan strategi subsidi yang tepat.
Demikian informasi seputar perkembangan harga energi Indonesia. Untuk berita ekonomi, bisnis dan investasi terkini lainnya hanya di Mehranschool.Org.





