Tjandra Limanjaya: Standar Batubara yang Ada di Indonesia

Batubara

Batubara merupakan salah satu komoditi ekspor besar yang dimiliki Indonesia tentunya memiliki sebuah standar khusus. Tak mungkin jika batubara yang akan diekspor ke luar negeri nantinya merupakan sebuah batubara dengan grade yang kurang bagus.

Dengan alam yang ada di Indonesia ini, ada banyak jenis batubara yang tersebar dan juga pertambangan batubara yang luas sehingga dapat mendongkrak perekonomian Indonesia. Namun, tak semua jenis batubara dapat dipasarkan ke luar negeri.

Standar Batubara yang Ada di Indonesia

Batubara
Batubara yang ada di Indonesia

Adapun seorang pengamat dan juga sekaligus ahli pertambangan khususnya batubara, Tjandra Limanjaya mengatakan bahwa setidaknya ada 18 Karakterisasi Kualitas Batubara. Berikut ketentuan-ketentuan yang paling sering dimasukkan dalam kontrak penjualan batubara secara internasional.

  • Jenis batubara (coal brand)
  • Spesifikasi batubara (coal specification)
  • Masa kontrak (contract period)
  • Jadwal pemasokan jumlah tonase batubara (tonnage supply schedule)
  • Harga dasar (basic price)
  • Kenaikan harga (escalation)
  • Hadiah/denda (bonus/penalty)
  • Pembayaran (payment)
  • Fluktuasi mata uang dan nilai tukar (currency and exchange fluctuations)
  • Pengambilan contoh dan analisa (sampling and analysis)
  • Penentuan berat (weight determination)
  • Harta milik dan resiko (property and risk)
  • Peraturan dan pembatasan/larangan dari pemerintah (governmental restrictions and regulations)
  • Tak terduga (force majeure)
  • Peleraian (arbitration)
  • Kesukaran/penderitaan (hardship) karena ada kecurangan terhadap salah satu pihak, persyaratan pelabuhan untuk pemuatan dan pengapalan untuk penjualan berdasarkan F.O.B.T (shipping and loading port conditions) dan atau persyaratan pelabuhan untuk pembongkaran (discharge port conditions) untuk penjualan menurut C&F
  • Telegram untuk berlayar (sailing cable)

Dari daftar urutan ketetapan di atas, karakteristik mutu atau spesifikasi batubara, yakni urutan pertama yang patut dipenuhi terlebih dimana karakterisasi mutu batubara dilaksanakan dengan analisis dan pengujian batubara. Sebab pasokan batubara sebagai sumber daya panas memiliki peranan yang amat penting, khususnya untuk Pembangkit Listrik Tenaga Uap dengan bahan bakar Batubara (PLTU-B)

Batubara sendiri bisa dikategorikan berdasarkan peringkat (by rank) ataupun kadar maupun mutu (by grade).

Baca Juga: Tjandra Limanjaya dan Kolega sukses Investasi

Metode pengelompokan batubara berdasarkan peringkat (by rank) dari yang rendah (lignite) hingga yang tinggi (bituminus dan antrasit) bisa dimaksimalkan melewati sistem ASTM D388, dimana kriteria peringkat suatu jenis batubara ditetapkan oleh parameter VM, FC dan CV (nilai kalori) yang dilaporkan atas dasar dry-mineral matter free (dmmf).

Sedangkan metode pengelompokan batubara berdasarkan mutu (by grade) ditetapkan oleh parameter sebaran atau ukuran partikel maksimum (size consist or maximum size), kadar air-lembab, abu, sulfur, nilai kalori, warna, atau lithotype/petrografi.