PLTA Kayan dan Sejumlah Mega Proyek Lain Digarap Pekerja Bersertifikasi

Kalimantan Utara memiliki agenda pembangunan besar, salah satunya pembangunan PLTA Kayan. Pembangunan tersebut akan dilakukan para pekerja konstruksi yang telah tersertifikasi.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara agaknya mulai serius dalam meningkatkan kompetensi sumber daya manusianya. Hal tersebut memang perlu dilakukan karena Kaltara memiliki agenda pembangunan besar. Beberapa agenda pembangunan tersebut adalah PLTA Kayan, Kawasan Industri dan Pelabuhan Internasional (KIPI) Tanah Kuning-Mangkupadi, dan sebagainya.

Pekerja Konstruksi Bersertifikat Siap Kerjakan PLTA Kayan dan Proyek Lain

Bukti komitmen Pemprov Kaltara terhadap peningkatan mutu SDM adalah diluncurkannya Kartu Tenaga Kerja Konstruksi Bersertifikasi. Kartu tersebut sebagai tanda bahwa pemegang memiliki kompetensi yang baik di bidangnya. Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Dr H Irianto Lambrie sendiri telah memberikan kartu secara simbolik kepada 200 pekerja.

Selain kartu tenaga kerja konstruksi, Gubernur juga menyerahkan Sertifikat Keahlian dan Sertifikat Ketrampilan (SKA/SKT) secara simbolis. Sertifikat diberikan kepada para tenaga kerja di Provinsi Kaltara yang telah lulus uji sertifikasi. Penyerahan dilakukan Gubernur di Kampus Universitas Borneo Tarakan, Selasa (03/09).

Pembangunan PLTA Kayan bakal dikerjakan oleh pekerja konstruksi yang bersertifikat (ristekdikti.go.id)

Saat ini, Pemprov Kaltara memang masih memrioritaskan sertifikasi bagi para pekerja di bidang konstruksi. Jumlah kebutuhan tenaga kerja konstruksi yang semakin banyak jadi salah satu alasan prioritas itu. Terlebih dengan adanya rencana pembangunan besar yang ada di Kaltara.

Gubernur Irianto optimis, kesiapan tenaga kerja Kaltara, khususnya di bidang konstruksi, sudah cukup mumpuni dan punya daya saing. Pendapat serupa juga disampaikan oleh Kepala Bidang (Kabid) Jasa Konstruksi DPUPR-Perkim Kaltara Deni Yusdianto.

Dilansir dari humas.kaltaraprov.go.id, Deni Yusdianto mengatakan, upaya peningkatan SDM tenaga kerja di bidang konstruksi telah dilakukan sejak 2016. Peningkatan dilakukan dengan beberapa program seperti Pelatihan, Fasilitasi Uji Kompetensi dan Sertifikasi Tenaga Kontruksi. DPUPR-Perkim Provinsi Kaltara sendiri yang menggencarkan program secara langsung.

Penyelenggaraannya pun dikerjakan secara serius. Deni mengatakan, program sertifikasi tenaga kerja konstruksi di Kaltara dilakukan dengan melibatkan lembaga perguruan tinggi yang mencetak lulusan teknik. Beberapa universitas di Kalimantan terlibat, seperti Universitas Kaltara (Unikaltar), Universitas Borneo Tarakan (UBT), dan Politeknik Negeri Nunukan.

Deni mengungkapkan, mahasiswa juga bisa mengikuti program peningkatan mutu SDM di bidang konstruksi. Namun hanyamahasiswa yang telah masuk semester 7 atau 8 saja. Mereka bisa ikut melalui jalur Distance Learning-SIBIMA atau Sistem Informasi Belajar Insentif Mandiri Bidang Kontruksi.

“Sistemnya online. Kita beri jangka waktu sebulan, setelah itu kita assessment. Jika lulus maka akan mendapatkan SKA atau Sertifkat Keahlian Kerja,” kata Deni Yusdianto.

Jika Kalimantan Utara memiliki tenaga kerja yang telah tersertifikasi, maka kualitas konstruksi PLTA Kayan dan proyek pembangunan lain dapat terjamin. Terkait pembangunannya sendiri, salah satu mega proyek Kaltara akhir tahun 2019 sudah dapat dimulai.

Tinggalkan Balasan

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.