BI Sebut PII Indonesia Relatif Aman dan Sehat di Triwulan Akhir 2018

Posisi Investasi Internasional (PII) Indonesia di akhir triwulan III 2018 yang beberapa waktu lalu dirilis oleh Bank Indonesia (BI) mencatat neto kewajiban sebesar US$297 miliar atau setara dengan 28,5% dari PDB.

Angka tersebut menurun dari neto kewajiban pada akhir triwulan sebelumnya yang mencapai US$305,6 miliar atau 29,3% terhadap PDB.

Meskipun ada penurunan, Bank Indonesia menganggap PII Indonesia masih relatif stabil dan sehat. Anggapan tersebut berkenaan dengan catatan rasio neto kewajiban PII Indonesia terhadap PDB yang relatif stabil di kisaran 29%.

Selain itu detail PII Indonesia yang dirilis Bank Indonesia juga menjelaskan osisi KFLN di akhir kuartal III 2018 naik US$1,6 miliar atau 0,3% (qtq) menjadi US$633,6 miliar. Kenaikan tersebut dipengaruhi oleh masuknya modal asing dalam bentuk investasi langsung dan investasi lainnya. Selain itu, kenaikan posisi KFLN tersebut juga tertahan oleh faktor penguatan dolar AS terhadap rupiah sehingga terjadi penurunan nilai instrumen investasi berdenominasi rupiah.

Meskipun menganggap PII Indonesia dalam keadaan yang relatif stabil, Bank Indonesia mengaku tetap waspada terhadap risiko neto kewajiban PII terhadap perekonomian Indonesia.

“Ke depan, Bank Indonesia meyakini kinerja PII Indonesia akan semakin baik sejalan dengan terjaganya stabilitas perekonomian dan berlanjutnya pemulihan ekonomi Indonesia didukung oleh konsistensi dan sinergi bauran kebijakan moneter, kebijakan fiskal, dan reformasi structural dilansir dari wartaekonomi.co.id.

Bank Indonesia juga melihat perkembangan PII Indonesia pada triwulan III 2018 masih bisa dibilang sehat. Hal ini tercermin dari rasio neto kewajiban PII Indonesia terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) yang relatif stabil di kisaran rerata negara peers sekitar 29%.

Di samping itu, struktur neto kewajiban PII Indonesia juga didominasi instrumen berjangka panjang. Meski demikian, Bank Indonesia akan tetap mewaspadai risiko neto kewajiban PII terhadap perekonomian. Ke depan, Bank Indonesia meyakini kinerja PII Indonesia akan semakin baik sejalan dengan terjaganya stabilitas perekonomian dan berlanjutnya pemulihan ekonomi Indonesia didukung oleh konsistensi dan sinergi bauran kebijakan moneter, kebijakan fiskal, dan reformasi struktural.

Tinggalkan Balasan

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.